– INDONESIAN MARINE FISHERIES – FPIK UB
Ditulis pada tanggal 14 November 2018, oleh admin, pada kategori Kegiatan

BUKU PROGRAM

Seminar Nasional Pengembangan Sumber Daya Perdesaan dan Kearifan Lokal Berkelanjutan VIII
Conjuntion with 1st ICMA-SURE 2018
(1st International Conference on Multidisciplinary Approaches for Sustainable Rural Development)
Purwokerto, 14-15 November 2018

menunjukkan bahwa potensi lokal tiap desa wisata Kampung Laut, meliputi potensi sosial budaya, yaitu
kuliner, kesenian, budaya, kearifan lokal, kerajinan tangan perlu mendapat dukungan semua stakeholders untuk
dikembangkan. Demikian juga potensi fisik, karena hal ini dapat mendukung pengembangan desa wisata,
sehingga dapat menarik wisatawan. Perumusan model kebijakan untuk membangun model program AHP,
maka aktor potensial berperan adalah masyarakat lokal; pemerintah daerah; pokdarwis; investor dan
akademisi. Kriteria yang dapat dirumuskan adalah pendapatan; Pelestarian hutan mangrove dan biaya yang
dibutuhkan. Adapun alternative yang perlu diperhatian adalah penegakan hukum; partisipasi masyarakat;
potensi lokal dan pengembangan desa wisata mangrove.
Kata Kunci: kebijakan; potensi lokal; hutan mangrove

Salah satu pemateri dari Seminar Nasional tersebut ialah dosen Pemafaatan Sumberdaya Perikanan Universitas Brawijaya.

Studi Spektrum Suara Scholling Ikan Gulamah/Tigawaja (Sciaenidae) sebagai Kajian Awal
Pembuatan S-FAD (Sound-Fish Aggregating Device) yang Efektif dan Ramah Lingkungan
untuk Menjaga Ketahanan Pangan Perikanan Laut di Perairan Pantura Jawa Timur

Eko Sulkhani Yulianto, Alfan Jauhari
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya

Salah satu komoditas unggulan di Pantai Utara Jawa Timur yang memiliki produksi cukup besar adalah ikan Gulamah (Sciaenidae). Ikan ini merupakan salah satu komoditas perikanan laut yang mempunyai potensi tinggi. Sebelumnya pemanfaatan ikan Gulamah hanya sebatas dalam bentuk ikan segar dan ikan asing/kering. Belakangan ini organ dalam ikan ini (gelembung renang) juga banyak dimanfaatkan dan justru mempunyai nilai ekonomis jauh lebih tinggi. Tingginya nilai ekonomis pada komoditas ini berimplikasi meningkatnya tekanan eksploitasi terhadap ikan ini semakin meningkat. Bahkan terkadang upaya penangkapan yang dilakukan tanpa memperhatikan kaidah-kaidah penangkapan yang bertanggungjawab. Gulamah merupakan salah satu jenis ikan yang sering mengeluarkan suara “croak” dalam aktivitas tingkah lakunya. Kajian tentang spektrum suara scholling ikan gulamah/ tigawaja sebagai kajian awal pembuatan Alat Pendeteksi dan Pengumpul Ikan Berbasis Suara yang Efektif dan ramah lingkungan sebagai salah satu instrument ketahanan pangan produk perikanan laut. Sehingga diharapkan dengan adanya introduksi teknologi baru yang efisien, efektif, murah, sederhana dan dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi nelayan. Metode penelitian deskriptif analitik dan Experimental fishing, data yang dikumpulkan adalah data spectrum suara scholling ikan gulamah (Scieanidae), dimana pengambilan data dilakukan di Perairan Tombokboyo,Tuban Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan gulamah di Perairan Tombokboyo mengeluarkan suara dengan rata-rata amplitude berkisar -54,97 dB, rata-rata frekuensi 732,129 Hz, dengan durasi suara 130 miliseconds.
Kata Kunci: Gulamah, Spectrum Suara, frekuensi, Tuban