– INDONESIAN MARINE FISHERIES – FPIK UB
Ditulis pada tanggal 2 December 2018, oleh admin, pada kategori Berita

Sektor kelautan dan perikanan sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat perikanan, termasuk pengolah hasil ikan dan keluarganya. Potensi perikanan laut dan wilayah pesisir Kabupaten Pasuruan berupa pantai sepanjang lebih kurang 48 km dengan keadaan pantai yang umumnya landai dan berlumpur serta ditumbuhi oleh hutan bakau. Luas wilayah eksploitasi penangkapan ikan di laut mencapai 112,5 mil laut persegi dengan potensi lestari di Selat Madura sebesar 49,51 ribu ton ikan pertahun. Guna mendukung usaha perikanan tangkap di Kabupaten Pasuruan terdapat Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI)/Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yaitu PPI/TPI Lekok yang termasuk klasifikasi tipe C dengan jumlah ikan yang didaratkan 10-20 ton per hari. Hampir seluruh armada kapal penangkap ikan yang ada adalah kapal ikan kayu tradisional. Kapal kayu yang selalu terendam di air laut ataupun payau dan selalu terkena matahari secara terus menerus mengakibatkan kapal kayu sangat mudah rusak untuk waktu yang tidak terlalu lama.

Perawatan kapal kayu semakin lama semakin mahal karena banyaknya papan kayu yang harus diganti karena pelapukan dan pengurangan ketebalan kulit lambungnya. Secara kumulatif hal ini tentu merugikan nelayan yang menggunakan kapal kayu untuk usahanya karena biaya perawatan dan perbaikan kapal kayu yang cukup besar, dan secara langsung akan mengurangi pendapatan operasionalnya. Berbagai alasan tersebut di atas, maka kami bermaksud untuk menerapkan tekhnologi laminasi fiberglass untuk mengatasi permasalahan kerusakan yang terjadi pada kapal ikan dengan material kayu di Pasuruan. Berbagai penelitian membuktikan keunggulan komposit fiberglass dalam hal kekuatan, kelenturan dan kemudahan pembentukannya. Material ini tahan terhadap panas matahari dan tidak lapuk ketika bersentuhan dengan air dalam waktu yang lama.

Laminasi fiberglass pada kapal kayu adalah proses pelapisan kapal kayu dengan merekatkan serat fiberglass pada lambung kapal. Tujuan dari laminasi ini adalah melindungi lambung kapal kayu dari merembesnya air ke dalam kapal dan memperkuat konstruksi antar papan di lambung kapal. Laminasi serat fiberglass menambah ketebalan lambung kapal sekitar 0.5 centimeter, adapun laisan penyusun laminasi fiberglass ditunjukkan oleh gambar sebagai berikut:

Gambar 1. Lapisan penyusun laminasi fiberglass pada lambung kapal

Proses laminasi serat fiberglass pada kapal kayu tradisional diawali dengan pengeringan dan pembersihan badan kapal, laminasi fiberglass dan diakhiri dengan penghalusan dengan dempul dan pengecatan.

1. pengeringan kapal kayu

Kapal ikan kayu sebelum dilaminasi harus di keringkan setidaknya seminggu sebelum proses laminasi dilaksanakan

Gambar 2. Pengeringan kapal kayu

Tujuan dari pengeringan ini adalah untuk menghindari kandungan air dalam kayu yang akan merusak lapisan fiberglass yang akan merekat erat pada lambung kapal. resin, serat fiberglass dan kayu tidak akan bisa merekat erat jika terkena air meski dalam jumlah yang sangat sedikit.

2. Pembersihan kapal kayu dari sisa-sisa kerak dan dempul dan cat di kapal kayu

Pembersihan lambung kapal bertujuan untuk menghilangkan sisa cat dan dempul yang masih menempel di lambung kapal, sehingga laminasi fiberglass pada tahap berikutnya bisa merekat dengan erat dan sempurna

Gambar 3. Pembersihan lambung kapal

3. Lapisan serat fiberglass dengan chopped strand mat (CSM)

Laminasi fiberglass sebanyak 2 lapis (resin-mat-resin-mat-resin ) akan menambah ketebalan kapal sebesar 3mm.

Gambar 4. Pelapisan serat fiberglass pada lambung kapal

Laminasi fiberglass ini akan mampu membuat lambung kapal sangat kedap menghindari kapal dari bahaya merembesnya air masuk ke konstruksi kapal apalagi kebocoran kapal. Selain itu, laminasi fiberglass ini juga akan menguatkan sambungan antar papan di lambung dan konstruksi kapal secara keseluruhan.

4. Pemakuan laminasi fiberglass pada lambung kapal kayu

Penguatan dengan paku ukuran 1 cm di lakukan setiap jarak 20-30 cm. Tujuan dari pemakuan ini adalah untuk memperkuat lapisan fiberglass pada lambung kapal sehingga tidak ada kemungkinan lapisan fiberglass terlepas dari lambung kapal kayu.

Gambar 5. Pemakuan lapisan fiberglass pada lambung kapal

5. Pendempulan dan penghalusan

Campuran dempul yang digunakan adalah campuran talek dan resin dengan ditambahkan katalis secukupnya.Jika sudah kering, permukaan lambung kapal akan sangat keras dan halus

Gambar 6. Pendempulan

Gambar 7. Penghalusan

6. Pengecatan dan finishing

Lapisan terakhir adalah cat khusus dengan campuran pigmen warna dan resin yang dicampur dengan adiktif untuk membuat permukaan kapal jadi lebih mengkilap dan tidak mudah kotor. selain itu dengan cat khusus campuran ini akan menghindari menempelnya binatang laut, kerak pada lambung kapal, hanya lumut yang mampu menempel dan cukup dibersihkan dengan cara yang mudah

Gambar 8. Pengecatan

Gambar 9. Finishing